Kamis, 08 September 2016

26 Tumbuhan Langka Di Indonesia Yang Terancam Punah

Indonesia adalah negara yang begitu populer dengan kekayaan alamnya. Beragam jenis tanaman bisa tumbuh subur disini. Bahkan juga banyak dari tanaman itu yang berbentuk langka atau begitu susah sekali untuk diketemukan hingga mesti dilindungi.
Nah kesempatan ini lahiya. com bakal membahas beragam tumbuhan langka di Indonesia. Beragam tumbuhan ini sangatlah tidak sering diketemukan hingga mesti dilindungi supaya tak terancam punah. Apa saja tumbuhan itu?

1. Purwaceng



Tanaman ini bermanfaat sebagai penambah stamina. Pengolahan purwaceng adalah menjadi serbuk yang dapat dicampur ke dalam minuman berupa kopi atau susu.
Kita dapat menjumpai tanaman ini di wilayah dataran tinggi Jawa Tengah, seperti Dieng. Nama latin dari tanaman ini adalah pimpinella pruatjan.

2. Sarang Semut


sarang semut
Sarang semut mempunyai nama latin myrmecodia pendans. Tidak gampang menjumpai tanaman yang disebut type tumbuhan epifit dari Papua ini. Tempat sarang semut tinggi, umumnya hidup melekat di batang pohon besar dengan ketinggian sekitaran 8 mtr., serta tinggi lokasi pada 1100-2500 diatas permukaan air laut.
Seperti namanya, tanaman sarang semut benar-benar sangat disukai oleh semut sebagai rumah mereka.

3. bulian (eusderoxylon zwageri)


Eusideroxylon_zwageri bulian
Tinggi pohon sekitaran 36m dengan diameter batang 95cm. Dapat tumbuh di tempat dengan ketinggian 600m yang umumnya ada di lereng bukit dengan type tanah yang berpasir. Type kayu ini begitu kuat, tahan lama, serta dapat dipakai untuk konstruksi berat.
Pendistribusian di Malaysia, Sumatera, Jawa, Kalimantan, Filipina, serta Maluku. Populer dengan nama Belian, Belian Timun, Betian, Talion Bening, Tebelian Geriting, Telianoii, Teluyan, Ulin, Ulin Bening, Ulion.

4. Jelutung (dyera sp)


jelutung
ketinggian pohon dapat hingga 75m dengan diameter batang 159cm. Umum tumbuh di rimba dengan tanah berpasir serta perbukitan dengan ketinggian 400m. Getahnya dapat dipakai untuk bikin permen karet serta kayunya dapat dipakai untuk bikin perlengkapan. Distribusi di Thailand, semenanjung Malaysia, Sumatera, serta Kalimantan. Di Indonesia populer dengan nama Jelutong atau Pantung

5. Akar Karak (ficus uniglandulosa wall)


Tinggi pohon cuma sekitaran 14m dengan diameter batang sekitaran 15cm. Batangnya berwarna putih serta bergetah. Umum tumbuh di ketinngian 1700m. biasanya di selama aliran sungai serta lereng bukit. Kadang-kadang dapat juga diketemukan di batu kapur, tanah berpasir, serta tanah liat.
Distribusi tumbuhnya di burma, thailand, semenanjung Malaysia, Sumatera, Kalimantan, serta Filipina. Populer dengan nama Akar Karak, Kara, atau Wa Punot.

6. Amorphophallus titanum atau Bunga Bangkai


Amorphophallus titanum bangkai
Bunga bangkai raksasa ; (Bunga bangkai tak termasuk juga dalam famili Arecaceae (Palmae) tetapi dalam famili Araceae (talas-talasan)
Bunga bangkai adalah bunga raksasa yang begitu unik lantaran bisa keluarkan bau busuk seperti bangkai. Bau busuk itu sesungguhnya mempunyai tujuan untuk mengundang kumbang serta lalat supaya hinggap serta menolong sistem penyerbukan.
Bunga ini tumbuh tinggi menjulang ke atas sampai dapat meraih 4 mtr.. Saat mekar, sisi luarnya berwarna putih krem sedang mahkotanya berwarna merah tua keunguan. Bunga ini cuma bakal mekar sepanjang 7 hari sampai lalu mati atau tumbuh kembali.
Bunga bangkai berbunga pada rentang saat yang cukup lama, dapat sekitaran 5 th. sekali. Habitat asli bunga ini ada di rimba Sumatera. Bakal tetaplah sekarang ini telah mulai banyak yang dilestarikan di daerah yang lain seperti di Taman Rimba Raya Ir. Djuanda, Bandung.

7. Anggrek Larat


anggrek-larat-dendrobium-phalaenopsis
Anggrek Larat yang dalam bhs Inggris di kenal sebagai Cooktown Orchid, berkerabat dekat dengan sebagian type anggrek yang lain seperti Anggrek Merpati, Anggrek Albert, Anggrek Stuberi, Anggrek Jamrud, Anggrek Karawai, serta Anggrek Kelembai. Dalam bhs latin tumbuhan ini di kenal sebagaiDendrobium phalaenopsis dengan persamaan kata Vappodes phalaenopsis, serta Dendrobium bigibbum.

8. Anggrek tebu


anggrek tebu
Anggrek tebu (Grammatophyllum speciosum) adalah anggrek paling besar, terbesar serta paling berat di antara beberapa jenis anggrek yang lain. Dalam satu rumpun dewasa, anggrek tebu bisa hingga berat kian lebih 1 ton serta memiliki panjang malai sampai 3 mtr. dengan diameter malai sekitaran 1, 5-2 cm. Tersebut penyebabnya tanaman ini layak menyandang predikat sebagai anggrek paling besar serta terberat atau anggrek raksasa

9. Kantong semar yang karnivora



Pada saat daun masihlah muda, Kantong pemangsa pada Nepenthes tertutup. Lalu, buka saat telah dewasa. Tetapi bukanlah artinya kantung flora karnivora ini tutup pada saat masihlah muda saja. Ia tutup diri saat tengah mengganyang mangsa. Maksudnya agar sistem pencernaan jalan lancar serta tak diganggu kawanan musuh yang siap merebut makanan yang telah ia peroleh

10. Tengkawang



Tengkawang (Shorea spp.) yaitu nama buah serta pohon dari genus Shorea yang buahnya membuahkan minyak nabati. Pohon Tengkawang cuma ada di pulau Kalimantan serta beberapa kecil Sumatera. Dalam bhs Inggris, flora (tanaman) langka ini di kenal sebagai Illepe Nut atauBorneo Tallow Nut. Pohon yang terdiri atas belasan spesies (13 salah satunya dilindungi dari kepunahan) ini jadi maskot (flora jati diri) propinsi Kalimantan Barat.

11. Kokoleceran


kokoleceran
Kokoleceran yaitu maskot propinsi Banten yang disebut satu diantara tanaman endemik Banten yang diakui cuma ada di Taman Nasional Ujung Kulon. Saya tak mengulas kokoleceran yang berbentuk permainan tradisional dengan baling-baling bambu. Namun kokoleceran yang disebut tanaman langka bernama ilmiah Vatica bantamensis, sebagai flora jati diri propinsi Banten tetapi keberadaannya begitu misterius.

12. Anggrek hitam ; Coelogyne pandurata


anggrek-hitam
Anggrek hitam (Coelogyne pandurata), seperti namanya, memiliki ciri khas pada bunganya yang mempunyai lidah (labellum) berwarna hitam. Anggrek langka ini dalam bhs Inggris dikatakan sebagai “Black Orchid”. Sedang di Kalimantan Timur, Anggrek Hitam yang langka ini memiliki nama lokal “Kersik Luai”.

13. Anggrek Hartinah


anggrek-hartinah
Anggrek Hartinah atau Anggrek Tien Soeharto (Cymbidium hartinahianum) adalah satu diantara type tumbuhan anggrek yang endemik (cuma tumbuh di daerah spesifik) Sumater Utara, Indonesia. Type anggrek yang diketahui pertama kalinya pada th. 1976 ini dapat diketahui di Desa Baniara Tele Kecamatan Harian Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Anggrek Tien Soeharto atau kerap dimaksud sebagai Anggrek Hartinah (Cymbidium hartinahianum) adalah anggrek tanah yang hidup merumpun

14. Korma Rawa


korma rawa
Korma rawa (Phoenix paludosa) tumbuh berumpun dengan tinggi batang hingga 5 mtr.. Daunnya berupa sirip yang memiliki panjang sekitaran dua mtr.. Di bagian pangkal daunnya tumbuh duri. Duri-duri ini sesungguhnya adalah anak-anak daun yang beralih memiliki bentuk. Setiap daun memiliki sekitaran 25 anak daun yang tersusun dalam 4-5 grup.

15. Johanneste ijsmaria altifrons ; Daun payung


daun payung
Daun sang adalah satu diantara 4 spesies anggota genus Johannestijsmania yang cuma tumbuh di lokasi Asia Tenggara. Daun Sang adalah anggota famili Arecaceae (Pinang-pinangan atau Palem). Tanaman Daun Sang yang memiliki nama ilmiah Johannestijsmania
16. ugeissona utilis ; Bertan
Bertan yang memiliki nama latin Eugeissona utilis, serta oleh orang-orang setempat dikatakan sebagai Kadjatoa dalam bhs Inggris di kenal sebagai “wild bornean sago palm” yang artinya Sagu Liar Borneo.

17. Palem Merah


palem merah
Palem Merah atau Pinang Merah (Cyrtostachys renda) yang lalu diputuskan jadi flora maskot propinsi Jambi yaitu tanaman hias. Diberi nama Palem Merah karena pelepah pinang ini berwarna merah menyala. Serta karena warna merah pada pelepah daunnya itu Pinang Merah (Cyrtostachys renda) seringkali dimaksud Pinang Lipstik.

18. Balam Suntai


balam suntai
Balam Suntai (Palaquium walsurifolium), balam suntai yaitu satu diantara type tanaman langka asli indonesia. tanaman langka ini mempunyai kwalitas kayu yang baik. kelas keawetan tanaman langka ini yaitu kelas IV serta kekuatannya kelas II. jadi tidaklah heran bila tanaman langka ini banyak di cari orang

19. Cendana


pohon-cendana
Cendana (Santalum album). Cendana atau cendana wangi, adalah tanaman langka penghasil kayu cendana serta minyak cendana. Kayunya dipakai sebagai rempah-rempah, bahan dupa, aroma therapy, kombinasi minyak wangi, dan sangkur keris (warangka). Cendana yaitu tumbuhan parasit pada awal kehidupannya.
Kecambahnya membutuhkan pohon inang untuk mensupport pertumbuhannya, lantaran perakarannya sendiri tak mampu mensupport kehidupannya. Lantaran prasyarat berikut cendana sulit dikembangbiakkan atau dibudidayakan. Kayu cendana wangi (Santalum album) saat ini begitu langka serta harga nya begitu mahal.

20. Damar


pohon-damar
Damar, Kopal Keruling (Agathis labillardieri). Tanaman langka ini datang dari papua. Damar yaitu satu diantara type pohon mungkin yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Tanaman langka ini tingginya dapat hingga 60 m serta dimeternya 2 m.

21 Raflesia Arnoldi


raflesia-arnoldii-bengkulu
Bunga Rafflesia hidup di Tama Nasional Bengkulu, memiliki ukuran dengan diameter bunga yang nyaris hingga 1 mtr.. Bunga ini populer dengan sebutan bunga bangkai lantaran keluarkan bau busuk yang menyengat. Bau busuk yang di keluarkan oleh bunga dipakai untuk menarik lalat yang hinggap serta menolong penyerbukan.
Raflesia Arnoldi adalah tumbuhan parasit yang membutuhkan inang untuk hidupnya. Sekarang ini keadaan habitat Raflesia Arnoldi begitu memprihatinkan hingga jumlahnya alami penurunan mencolok dari th. ke th.. Berkurangnya habitat bunga tersebut di antaranya dikarenakan aktivitas manusia seperti pembukaan lokasi rimba baik untuk aktivitas pertambangan, pertanian, ataupun permukiman.

22. Enau


enau
Enau (Arenga pinnata). Enau atau aren (Arenga pinnata, suku Arecaceae) yaitu palma yang terutama sesudah kelapa (nyiur) lantaran adalah tanaman serba manfaat. Palma yang besar serta tinggi, bisa hingga 25 m. Berdiameter sampai 65 cm, batang pokoknya kukuh serta di bagian atas diselimuti oleh serabut berwarna hitam yang di kenal sebagai ijuk, injuk, juk atau duk.
Ijuk sesungguhnya yaitu sisi dari pelepah daun yang menyelubungi batang. Pohon enau membuahkan beberapa hal, yang membuatnya popular sebagai tanaman yang serbaguna, terlebih sebagai penghasil gula.

23. Mimba


mimba
Mimba (Azadirachta indica). Tanaman langka ini memiliki nama lain Mimbo atau Mimba. Tanaman langka ini adalah pohon yang tinggi (Arbor) batangnya bisa hingga 20 m bahkan juga lebih. Kulit batangnya tidak tipis, batang agak kasar, daun menyirip genap, serta berupa lonjong dengan pinggir bergerigi serta runcing, sedang buahnya adalah buah batu dengan panjang 1 cm.
Buah mimba dihasilkan dalam satu hingga 2 x satu tahun, berupa oval, apabila masak daging buahnya berwarna kuning, biji ditutupi kulit keras berwarna coklat serta didalamnya menempel kulit buah berwarna putih. Tanaman ini dapat dipakai sebagai pestisida nabati.
Lantaran daun mimba mengandung senyawa-senyawa yang bisa mengatur hama tanaman, salah satunya yaitu sitosterol, hyperoside, nimbolide, quercetin, quercitrin, teratur, azadirachtin, serta nimbine.

24. Tembesu


tembesu
Tembesu (Fagraea fragrans) termasuk juga dalam famili Loganiaceae. Daerah penyebarannya Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa Barat, Maluku, serta Irian Jaya. Tempat tumbuh pada tanah datar serta sarang atau tempat yg tidak becek, tanah liat berpasir, dengan tipe curah hujan A hingga B pada ketinggian 0–500 dpl.
Tinggi pohon tembesu hingga 40 m, dengan panjang batang bebas cabang hingga 25 m, diameter 80 cm atau lebih, dengan batang tegak serta tak berbanir. Kulit luar berwarna coklat hingga hitam, beralur dangkal serta sedikit terkelupas. Kayunya keras berwarna kuning emas tua atau coklat jingga, serta termasuk juga kedalam kelas awet satu.


25. Edelweis Jawa


edelweis jawa
Edelweiss Jawa atau Bunga Senduro adalah satu diantara type bunga yang sekarang ini sangatlah gawat keberadaannya. Bunga ini banyak hidup di daerah pegunungan di Jawa. Bahkan juga, bunga ini umumnya jadi tanaman yang pertama tumbuh sesudah terjadinya erupsi gunung berapi.
Bunga Edelweiss Jawa bisa tetaplah tampak fresh walau telah dipetik dari tangkainya. Hal itu bikin banyak pendaki yang mengambil bunga ini sebagai kenang-kenangan. Akhirnya, populasi bunga ini alami penurunan mencolok serta saat ini telah diambang kepunahan.
Bunga ini umumnya mulai bermekaran pada bln. April sampai Agustus. Bunga ini bisa mempunyai umur sampai 100 tahaun dengan tinggi batang sampai 8 mtr.. Kian lebih 300 serangga yang hinggap serta mengisap madu dari bunganya.
Sekarang ini Anda masihlah bisa lihat Edelweiss Jawa di lokasi-lokasi seperti Tegal Alun (Gunung Papandayan), Alun-Alun Surya Kencana (Gunung Gede), Alun-Alun Mandalawangi (Gunung Pangrango), serta Plawangan Sembalun (Gunung Rinjani).

dikutip dari : http://www.lahiya.com/tumbuhan-langka-di-indonesia/

Sejarah Asal Usul dan Kebudayaan Suku Asmat

suku asmat wikipedia

Laki laki suku asmat sedang mengukir (foto:wikipedia)
Penjelasan singkat mengenai sejarah asal usul dan kebudayaan suku Asmat dari Papua. Di kepulauan papua, banyak terdapat bermacam-macam suku, salah satunya adalah Suku Asmat. Suku Asmat dikenal dengan hasil ukiran kayunya yang unik. Populasi suku Asmat terbagi dua yaitu mereka yang tinggal di pesisir pantai dan mereka yang tinggal di bagian pedalaman. Kedua populasi ini saling berbeda satu sama lain dalam hal dialek, cara hidup, struktur sosial dan ritual. Populasi pesisir pantai selanjutnya terbagi ke dalam dua bagian yaitu suku Bisman yang berada di antara sungai Sinesty dan sungai Nin serta suku Simai.

Nama Asmat berasal dari kata-kata Asmat "As Akat", yang menurut orang Asmat berarti"orang yang tepat". Selain itu, ada juga yang mengatakan bahwa Asmat berasal dari kata Osamat yang berarti "manusia dari pohon". Tetapi kalo menurut tetangga suku Asmat, yaitu suku Mimika, nama Asmat ini berasal dari kata-kata mereka untuk suku "manue", yang berarti "pemakan manusia".
Hasil ukiran kayu tradisional yang sangat khas dari suku Asmat sangat terkenal. Beberapa ornamen / motif yang seringkali digunakan dan menjadi tema utama adalah mengambil tema nenek moyang dari suku mereka, yang biasa disebut mbis. Namun seringkali juga ditemui motif lain yang menyerupai perahu atau wuramon, yang mereka percayai sebagai simbol perahu arwah yang membawa nenek moyang mereka di alam kematian. Bagi mereka, seni ukir kayu lebih merupakan sebuah perwujudan dari cara mereka dalam melakukan ritual untuk mengenang arwah para leluhurnya.

Sejarah



Suku Asmat meyakini bahwa mereka berasal dari keturunan dewa Fumeripitsy yang turun dari dunia gaib yang berada di seberang laut di belakang ufuk, tempat matahari terbenam tiap hari. Menurut keyakinan mereka, dewa nenek-moyang itu dulu mendarat di bumi di suatu tempat yang jauh di pegunungan. Dalam perjalanannya turun ke hilir sampai ia tiba di tempat yang kini didiami oleh orang Asmat hilir, ia mengalami banyak petualangan.
Dalam mitologi orang Asmat yang berdiam di Teluk Flaminggo misalnya, dewa itu namanya Fumeripitsy. Ketika ia berjalan dari hulu sungau ke arah laut, ia diserang oleh seekor buaya raksasa. Perahu lesung yang ditumpanginya tenggelam. Sehingga terjadi perkelahian yang akhirnya ia dapat membunuh buaya tersebut, tetapi ia sendiri luka parah. Ia kemudian terbawa arus dan terdampar di tepi sungai Asewetsy, desa Syuru sekarang. Untung ada seekor burung Flamingo yang merawatnya sampai ia sembuh kembali; kemudian ia membangun rumah yew dan mengukir dua patung yang sangat indah serta membuat sebuah genderang, yang sangat kuat bunyinya. Setelah ia selesai, ia mulai menari terus-menerus tanpa henti, dan kekuatan sakti yang keluar dari gerakannya itu memberi hidup pada kedua patung yang diukirnya. Tak lama kemudian mulailah patung-patung itu bergerak dan menari, dan mereka kemudian menjadi pasangan manusia yang pertama, yaitu nenek-moyang orang Asmat.

Praktik Kanibalisme
Ketika terjadi pertentangan, suku Asmat membunuh musuhnya dan mayatnya dibawa ke kampung, kemudian dipotong dan dibagikan kepada seluruh penduduk untuk dimakan bersama. Mereka menyanyikan lagu kematian dan memenggalkan kepalanya. Otaknya dibungkus daun sago yang dipanggang dan dimakan. Seiring perkembangan zaman, hal ini sudah tidak pernah terjadi lagi.

Persebaran
Suku asmat tersebar dan mendiami wilayah disekitar pantai laut arafuru dan hutan belantara di pegunungan jayawijaya. Dalam kehidupan suku Asmat, batu sangat berharga bagi mereka dan dapat dijadikan sebagai mas kawin. Hal ini karena tempat tinggal suku Asmat yang berada di rawa-rawa sangat sulit menemukan batu-batu yang berguna untuk membuat kapak, palu, dan sebagainya.

Ciri Fisik
Suku Asmat memiliki ciri fisik yang khas yaitu berkulit hitam dan berambut keriting. Rata-rata tinggi badan orang Asmat wanita sekitar 162cm dan tinggi badan laki-laki mencapai 172cm.

Mata Pencaharian dan Makanan Pokok
Suku asmat darat, suku citak dan suku mitak mencari nafkah dengan berburu binatang hutan seperti, ular, kasuari babi hutan dll. Mereka juga selalu menggunakan sagu sebagai makanan pokok dan nelayan yakni mencari ikan dan udang untuk dimakan. Kegemaran lain adalah makan ulat sagu yang hidup dibatang pohon sagu, biasanya ulat sagu dibungkus dengan daun nipah, ditaburi sagu, dan dibakar dalam bara api. Selain itu sayuran dan ikan bakar dijadikan pelengkap. Namun mereka sangat sulit mendapatkan air bersih karena wilayah mereka merupakan tanah berawa. Sehingga menggunakan air hujan dan air rawa sebagai air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Pola Hidup
Satu hal yang patut ditiru dari pola hidup penduduk asli suku asmat, mereka merasa dirinya adalah bagian dari alam, oleh karena itulah mereka sangat menghormati dan menjaga alam sekitarnya, bahkan, pohon disekitar tempat hidup mereka dianggap menjadi gambaran dirinya. Batang pohon menggambarkan tangan, buah menggambarkan kepala, dan akar menggambarkan kaki mereka

Cara Merias Diri
Dalam merias diri Suku Asmat membutuhkan tanah merah untuk menghasilkan warna merah, warna putih mereka membuatnya dari kulit kerang yang sudah dihaluskan dan warnah hitam mereka hasilkan dari arang kayu yang dihaluskan. Mereka menggunakannya dengan mencampur bahan tersebut dengan sedikit air untuk digunakan mewarnai tubuh.

Ada istiadat suku asmat
Seperti masyarakat pada umumnya, dalam menjalankan proses kehidupannya, masyarakat Suku Asmat juga mempunyai ritual atau acara-acara khusus, yaitu :
1. Kehamilan
selama proses ini berlangsung, bakal generasi penerus dijaga dengan baik agar dapat lahir dengan selamat dengan bantuan ibu kandung atau ibu mertua.
2. Kelahiran
Tidak lama setelah kelahiran bayi dilaksanakan upacara selamatan secara sederhana dengan acara pemotongan tali pusar yang menggunakan Sembilu, alat yang terbuat dari bambu yang dilanjarkan. Selanjutnya, diberi ASI sampai berusia 2 tahun atau 3 tahun.
3. Pernikahan
Pernikahan berlaku bagi suku Asmat yang telah berusia 17 tahun dan dilakukan oleh pihak orang tua lelaki setelah kedua belah pihak mencapai kesepakatan dan melalui uji keberanian untuk membeli wanita dengan mas kawinnya piring antik yang berdasarkan pada nilai uang kesepakatan kapal perahu Johnson, bila ternyata ada kekurangan dalam penafsiran harga perahu Johnson, maka pihak pria wajib melunasinya dan selama masa pelunasan pihak pria dilarang melakukan tindakan aniaya walaupun sudah diperbolehkan tinggal dalam satu atap.
4. Kematian
mumi suku asmat
mumi suku asmat (foto:etnics.blogspot.com)
Bila kepala suku atau kepala adat yang meninggal, maka jasadnya disimpan dalam bentuk mumi dan dipajang di depan joglo suku ini, tetapi bila masyarakat umum, jasadnya dikuburkan. Proses ini dijalankan dengan iringan nyanyian berbahasa Asmat dan pemotongan ruas jari tangan dari anggota keluarga yang ditinggalkan.

Unik
Dalam memenuhi kebutuhan biologisnya, baik kaum pria maupun wanita melakukannya di ladang atau kebun, disaat prianya pulang dari berburu dan wanitanya sedang berkerja di ladang. Selanjutnya, ada peristiwa yang unik lainnya dimana anak babi disusui oleh wanita suku ini hingga berumur 5 tahun.

Rumah Adat
Rumah Tradisional Suku Asmat adalah Jeu dengan panjang sampai 25 meter.Sampai sekarang masih dijumpai Rumah Tradisional ini jika kita berkunjung ke Asmat Pedalaman. Bahkan masih ada juga di antara mereka yang membangun rumah tinggal diatas pohon.

Agama
Masyarakat Suku Asmat beragama Katolik, Protestan, dan Animisme yakni suatu ajaran dan praktek keseimbangan alam dan penyembahan kepada roh orang mati atau patung.

Kepercayaan Dasar
Adat istiadat suku Asmat mengakui dirinya sebagai anak dewa yang berasal dari dunia mistik atau gaib yang lokasinya berada di mana mentari tenggelam setiap sore hari. Mereka yakin bila nenek moyangnya pada jaman dulu melakukan pendaratan di bumi di daerah pegunungan. Selain itu orang suku Asmat juga percaya bila di wilayahnya terdapat tiga macam roh yang masing-masing mempunyai sifat baik, jahat dan yang jahat namun mati. Berdasarkan mitologi masyarakat Asmat berdiam di Teluk Flamingo, dewa itu bernama Fumuripitis. Orang Asmat yakin bahwa di lingkungan tempat tinggal manusia juga diam berbagai macam roh yang mereka bagi dalam 3 golongan.
Yi – ow atau roh nenek moyang yang bersifat baik terutama bagi keturunannya.
Osbopan atau roh jahat dianggap penghuni beberapa jenis tertentu.
Dambin – Ow atau roh jahat yang mati konyol.
Kehidupan orang Asmat banyak diisi oleh upacara-upacara. Upacara besar menyangkut seluruh komuniti desa yang selalu berkaitan dengan penghormatan roh nenek moyang seperti berikut ini :
  1. Mbismbu (pembuat tiang)
  2. Yentpokmbu (pembuatan dan pengukuhan rumah yew)
  3. Tsyimbu (pembuatan dan pengukuhan perahu lesung)
  4. Yamasy pokumbu (upacara perisai)

Mbipokumbu (Upacara Topeng)
Suku ini percaya bahwa sebelum memasuki surga, arwah orang yang sudah meninggal akan mengganggu manusia. Gangguan bisa berupa penyakit, bencana, bahkan peperangan. Maka, demi menyelamatkan manusia serta menebus arwah, mereka yang masih hidup membuat patung dan menggelar pesta seperti pesta patung bis (Bioskokombi), pesta topeng, pesta perahu, dan pesta ulat-ulat sagu.

Roh-roh dan Kekuatan Magis
Roh setan
Suku Asmat memiliki kepercayaan bahwa alam ini didiami oleh roh-roh, jin-jin, makhluk-makhluk halus, yang semuanya disebut dengan setan. Setan ini digolongkan ke dalam 2 kategori :
1. Setan yang membahayakan hidup.
Setan yang membahayakan hidup ini dipercaya oleh orang Asmat sebagai setan yang dapat mengancam nyawa dan jiwa seseorang. Seperti setan perempuan hamil yang telah meninggal atau setan yang hidup di pohon beringin, roh yang membawa penyakit dan bencana (Osbopan).
2. Setan yang tidak membahayakan hidup.
Setan dalam kategori ini dianggap oleh masyarakat Asmat sebagai setan yang tidak membahayakan nyawa dan jiwa seseorang, hanya saja suka menakut-nakuti dan mengganggu saja. Selain itu orang Asmat juga mengenal roh yang sifatnya baik terutama bagi keturunannya., yaitu berasal dari roh nenek moyang yang disebut sebagai yi-ow

Kekuatan magis dan Ilmu sihir
Suku Asmat juga percaya akan adanya kekuatan magis, banyak hal -hal yang pantang dilakukan dalam menjalankan kegiatan sehari-hari, seperti dalam hal pengumpulan bahan makanan seperti sagu, penangkapan ikan, dan pemburuan binatang. Kekuatan magis ini juga dapat digunakan untuk menemukan barang yang hilang, barang curian atau pun menunjukkan si pencuri barang tersebut. Ada juga yang mempergunakan kekuatan magis ini untuk menguasai alam dan mendatangkan angin, halilintar, hujan, dan topan.

Wanita Dalam Pandangan Suku Asmat
Simbolisasi perempuan dengan Flora & Fauna yang berharga bagi masyarakat Asmat (pohon/kayu, kuskus, anjing, burung kakatua dan nuri, serta bakung), seperti kata Asmat diatas,menunjukkan bagaimana sesungguhnya masyarakat Asmat menempatkan perempuan yang sangat berharga bagi mereka. Hal ini tersirat juga dalam berbagai seni ukiran dan pahatan mereka. Namun dalam gegap gempitanya serta kemasyuran pahatan dan ukiran Asmat. Tersembunyi suatu realita derita para Ibu dan gadis Asmat yang tak terdengar dari dunia luar.
Perempuan Asmat sangat menanggung beban yang berat. Setiap harinya mereka harus menyediakan makanan untuk suami dan anak-anaknya,mulai dari mencari ikan,udang,kepiting,dan tembelo sampai kepada mencari pohon sagu yang tua,menebang pohon sagu,menokok,membawa sagu dari hutan,memasak dan menyajikan. Setelah itu mencuci tempat makanan atau tempat masak termaksud mengambil air dari telaga atau sungai yang jernih untuk keperluan minum keluarga.
ukiran kayu suku asmat
ukiran kayu suku asmat yang terkenal (foto:okezone.com)
Sementara itu kegiatan laki-laki Asmat sehari-harinya adalah menikmati makanan yang disediakan istrinya, mengisap tembakau dan berjudi. Kadang suami membuat rumah atau perahu, namun dengan batuan istri.

Upacara Adat

Ritual/ Upacara suku Asmat yaitu

Ritual Kematian
Orang Asmat mengubur mayat orang yang telah meninggal. Bagi mereka, kematian bukan hal yang alamiah. Bila seseorang tidak mati dibunuh, maka mereka percaya bahwa orang tersebut mati karena suatu sihir hitam yang kena padanya. Bayi yang baru lahir yang kemudian mati pun dianggap hal yang biasa dan mereka tidak terlalu sedih karena mereka percaya bahwa roh bayi itu ingin segera ke alam roh-roh. Sebaliknya kematian orang dewasa mendatangkan duka cita yang amat mendalam bagi masyarakat Asmat.

Ritual Pembuatan dan Pengukuhan Perahu Lesung
Setiap 5 tahun sekali suku Asmat akan membuat perahu-perahu baru. Dalam proses pembuatan perahu hingga selesai, ada berapa hal yang perlu diperhatikan. Setelah pohon dipilih, ditebang, dikupas kulitnya dan diruncingkan kedua ujungnya, batang itu telah siap untuk diangkut ke pembuatan perahu. Sementara itu, tempat pegangan untuk menahan tali penarik dan tali kendali sudah dipersiapkan. Pantangan yang harus diperhatikan saat mengerjakan itu semua adalah tidak boleh membuat banyak bunyi-bunyian di sekitar tempa itu. Masyarakat Asmat percaya bahwa jika batang kayu itu diinjak sebelum ditarik ke air, maka batang itu akan bertambah berat sehingga tidak dapat dipindahkan.

Upacara Bis
Upacara bis merupakan salah satu kejadian penting di dalam kehidupan suku Asmat sebab berhubungan dengan pengukiran patung leluhur (bis) apabila ada permintaan dalam suatu keluarga. Dulu, upacara bis ini diadakan untuk memperingati anggota keluarga yang telah mati terbunuh, dan kematian itu harus segera dibalas dengan membunuh anggota keluarga dari pihak yang membunuh.

Upacara pengukuhan dan pembuatan rumah bujang (yentpokmbu)
Orang-orang Asmat mempunyai 2 tipe rumah, yaitu rumah keluarga dan rumah bujang. Rumah bujang inilah yang amat penting bagi orang-orang Asmat. Rumah bujang ini dinamakan sesuai nama marga (keluarga) pemiliknya.
Rumah bujang merupakan pusat kegiatan baik yang bersifat religius maupun yang bersifat nonreligius. Suatu keluarga dapat tinggal di sana, namun apabila ada suatu penyerangan yang akan direncanakan atau upacara-upacara tertentu, wanita dan anak-anak dilarang masuk. Orang-orang Asmat melakukan upacara khusus untuk rumah bujang yang baru, yang dihadiri oleh keluarga dan kerabat. Pembuatan rumah bujang juga diikuti oleh beberapa orang dan upacara dilakukan dengan tari-tarian dan penabuhan tifa.
Sumber referensi :

http://www.academia.edu/7723813/Makalah_suku_Asmat_printdiakses tanggal 20 januari 2015

5 Hal Yang di Takuti Dunia Tentang Suku Dayak

Suku dayak memang salah satu suku di Indonesia yang sangat dikenal di dunia. Namun tidak hanya di Indonesia saja tercipta mitos-mitos tentang suku dayak yang belum tentu kebenarannya, namun juga mitos-mitos lainnya bisa saja juga terjadi di luar Indonesia, khusunya negara-negara non asia. Ya, tentu saja ada kebanggaan tersendiri bagi masyarakat dayak dan Indonesia karena salah satu suku indonesia dapat dikenal oleh dunia dan tentunya hal itu berdampak positif bagi Indonesia terlebih mengenai tanah borneo.

5 Hal Yang di Takuti Dunia Tentang Suku Dayak

Quote: Walau suku dayak lebih terkenal karena tariannya yang sering sekali tampil di pentas internasional, namun ada hal yang menarik mengenai suku dayak di mata dunia selain budaya suku dayak. Berdasarkan berbagai sumber, penulis ternyata menemukan ada 5 hal yang menakutkan mengenai suku dayak yang sedikit menggertakan gigi ketika mereka mendengar tentang suku dayak. Apa saja 5 hal tersebut ? berikut ulasannya :

Quote:#1. The Ghost Warrior

5 Hal Yang di Takuti Dunia Tentang Suku Dayak

Suku dayak mempunyai The Ghost Warrior, atau dalam bahasa Indonesia dapat di artikan prajurit hantu dan seperti itu lah yang mereka ketahui tentang suku dayak. Apa benar suku dayak mempunyai prajurit hantu ? mungkin anda telah mengetahuinya siapa sebenarnya prajurit hantu ini. Ya, The Ghost Warrior is pangkalima burung atau penglima burung. Perawakan panglima burung yang masih misterius bagi masyrakat Indonesia menjadikan pangkalima burung bak prajurit hantu yang siap menyerang siapa saja yang melecehkan suku dayak untuk melindungi tanah borneo.

Quote:
#2. Humans With Full Tattoo

5 Hal Yang di Takuti Dunia Tentang Suku Dayak

Nah, untuk yang kedua ini sepertinya tidak menyeramkan. Di mata dunia, tato pada suku dayak yang ada hampir menyelimuti tubuh suku dayak adalah sebuah karya seni. Sepertinya perlu di koreksi bahwa tidak semua masyarakat suku dayak mentatto seluruh tubuhnya. Tapi jika dikaitkan dengan judul tulisan ini, maka bisa saja menjadi menyeramkan jika semua suku dayak mentatto seluruh tubuhnya dan anda hidup di lungkungan dengan manusia yang semuanya penuh tatto.


Quote:#3. The Deadly Sword

5 Hal Yang di Takuti Dunia Tentang Suku Dayak

Pedang mematikan ? awalnya kebinggungan tentang hal menakutkan ini, karena suku dayak tidak memiliki pedang. Ternyata yang mereka maksud pedang mematikan ini adalah Mandau / Parang. Lucu, karena pedang dan mandau adalah hal yang berbeda. tapi ane dapat menangkap maksud yang sebenarnya dari sumber tersebut. Pedang mematikan ini adalah pedang magis yang dapat membunuh siapapun tanpa rasa kasihan.


Quote:#4. Poisonous Chopsticks

5 Hal Yang di Takuti Dunia Tentang Suku Dayak

Selain mandau terbang, hal menakutkan suku dayak di mata dunia adalah sumpit beracun. Entah apakah sumpit beracun masih ada atau tidak untuk saat ini, namun sumpit beracun suku dayak telah menjadi sejarah tersendiri bagi masyarakat dayak pasa masa penjajahan di masa lalu.


Quote:#5. Dangerous Magic

5 Hal Yang di Takuti Dunia Tentang Suku Dayak

Untuk yang ke lima benar-benar menakutkan bagi mereka. Suku dayak memiliki kekuatan magis yang sangat berbahaya yang menjadikan suku dayak sebagai salah satu dari 5 suku paling di takuti di dunia karena sihirnya. Sedikit berlebihan sih, tapi untuk pengingat saja bahwa tidak semua suku dayak memiliki kekuatan-kekuatan magis seperti yang ditakutkan oleh seluruh dunia termasuk Indonesia. Hanya segelintir orang dari suku dayak saja yang memiliki kekuatan seperti itu.


Quote:Itulah 5 Hal Menakutkan Suku Dayak di Mata Dunia. Ada yang benar , ada yang salah kutip dan ada yang berlebihan, tapi secara umum mengambarkan sedikit mengenai suku dayak, walau sebenarnya masih banyak tentang suku dayak yang masih belum di ketahui oleh orang-orang Indonesia, telebih lagi orang luar Indonesia.
 

Pengertian dan Jumlah Etnik (Suku Bangsa) di Indonesia

Masyarakat Indonesia yang majemuk terdiri atas beberapa suku bangsa (etnis) yang masing-masing memiliki bahasa dan adat istiadat serta budaya yang berbeda.

Menurut hasil penelitian Hilderd Geertz, Indonesia terdiri dari 300 etnis yang berbeda-beda. 
Adapun menurut penelitian MA Jaspan, masyarakat Indonesia terdiri atas 366 etnis dengan kriteria pada bahasa daerah, kebudayaan serta susunan masyarakatnya. 
Lain lagi menurut penelitian Van Vollenhoven yang menyatakan bahwa masyarakat Indonesia terbagi menjadi 19 lingkaran hukum adat dengan berbagai suku bangsa (etnis) yang ada di dalamnya.

Pengertian Etnik

Lalu apakah yang dimaksud etnik itu? Apa pula bedanya dengan ras?
Robertson pada tahun 1977 mengemukakan pendapatnya bahwa kelompok etnik adalah sejumlah besar orang yang memandang diri dan dipandang oleh kelompok lain memiliki kesatuan budaya yang berbeda. 
Hal ini terjadi sebagai akibat dari sifat-sifat budaya bersama dan interaksi timbal balik yang terus menerus.
Gambar: Keanekaragaman Suku Bangsa di Indonesia

Perbedaan Etnik dan Ras

Jika istilah ras berkaitan dengan ciri-ciri fisik tubuh, etnisitas lebih berkaitan dengan karakteristik budaya suatu kelompok tertentu. Karakterisrik budaya ini dibentuk dan dihasilkan oleh perbedaan bahasa, agama, suku bangsa, kedaerahan, dan tempat lahir.
Hal yang membedakan antara etnis yang satu dengan yang lainnya adalah perbedaan bahasa (bahasa daerah) dan adat istiadat. Perbedaan adat istiadat menunjukkan perbedaan kebudayaan yang nampak dari pola perilaku atau gaya hidup.

Pola perilaku orang Batak yang suka bicara terus terang, sehingga terkesan tegas dan keras sangat berbeda dengan pola perilaku orang Jawa Tengah (khususnya Solo dan Jogja) yang suka berbicara hati-hati penuh dengan sindiran secara halus sehingga berkesan kurang tegas.

Secara rinci dapat kita uraikan tentang perbedaan antara etnis yang satu dan lainya, dalam hal:

a. Perbedaan bahasa daerah.

b. Perbedaan tata susunan kekerabatan, misalnya ada yang menganut patrilineal, matriliniel, dan parental.

c. Perbedaan adat istiadat, misalnya dalam upacara perkawinan, upacara adat, hukum adat, dan lain-lain.

d. Perbedaan sistem mata pencaharian.

e. Perbedaan teknologi, misalnya bentuk arsitektur rumah/ bangunan adat, peralatan kerja tradisional.

f. Perbedaan kesenian daerah.

Adapun beberapa faktor yang menyebabkan perbedaan bahasa dan adat istiadat adalah:

a. Keadaan dan letak geografis yang berbeda.

b. Pemukiman penduduk yang terpisah-pisah di pulau-pulau terpencil yang menghambat kontak dengan daerah lain.

c. Latar belakang sejarah yang berbeda.

d. Lingkaran hukum adat dan kemasyarakatan yang berlainan.

Lima Hewan Asal Indonesia Ini Ternyata Paling Langka di Dunia


Tak hanya berlimpah dengan warisan budaya dan kekayaan alamnya, Indonesia juga dikenal kaya flora dan fauna. Untuk fauna, dikutip dari lamanwikipedia, Indonesia memiliki 73 hewan yang hanya berada di Indonesia.
Namun sayang hewan endemik Indonesia itu sudah banyak dinyatakan International Union for Consevation of Nature and natural Resources (IUCN) ke dalam status terancam kepunahan.
Hal itu karena perburuan yang berlebihan serta banyak habitat asli yang rusak dan hilang. Meski usaha untuk mencegah kepunahan gencar dilakukan, baik melalui peran serta pemerintah, pelaku konservasi nasional maupun internasional , namun belum mampu keluar dari garis merah IUCN.
Berikut Lima hewan langka asli Indonesia yang dipilih secara acak.
1. Harimau
Terdapat dua spesies harimau endemic Indonesia, yakni Harimau Sumatera dan Bali. Namun harimau Bali telah dinyatakan punah sejak 1937. Adapun harimau Sumatera saat ini diperkirakan hanya berjumlah 500 ekor.
2. Badak
Terdapat dua jenis badak asli Indonesia yang sangat langka, yaitu Badak Sumatera (Badak bercula dua) dan Jawa (badak bercula satu). Badak Bercula dua, diperkirakan populasinya tidak lebih dari 300 ekor. Sedangkan Badak Jawa, kendati telah dibuatkan penangkaran di ujung kulon, banten. Namun populasi ini terus mengalami penurunan. Data terakhir menyebutkan jumlahnya hanya mencapai puluhan ekor saja.
3. Orang Utan
Terdapat dua jenis Orang Utan asli Indonesia, yaitu Orang utan Sumatera dan orang Utan Kalimantan. Orang utan Sumatera adalah spesies yang terlangka. Orang Utan Sumatera ini lebih kecil dibanding Orang utan Kalimantan.
4. Monyet Hitam Sulawesi
Monyet Hitam ini biasa disebut Yaki atau Monyet Wolai. Yaki mudah dikenal karena memiliki ciri yang unik dari monyet lainnya yaitu memiliki rambut jambul dan pantat merah muda seperti bentuk hati. Selain itu, Yaki memiliki ciri badan yang besar dengan warna hitam legam dengan bulu yang mengkilat menutupi seluruh tubuhnya, kecuali telapak tangan, wajah, dan pantat.
5. Anoa
Sekilas lebih mirip kambing dengan ukuran yang besar. Yang membedakan dengan kambing selain ukuran tubuhnya yang besar adalah adanya tanduk runcing yang mencapai 30 cm panjangnya. Adalah termasuk mamalia yang mempunyai kuku genap. Mempunyai habitat asli di wilayah Sulawesi, dan itu bagian dari Indonesia.

dikutip dari : http://www.bintang.com/animal/read/2487691/lima-hewan-asal-indonesia-ini-ternyata-paling-langka-di-dunia

Destinasi Wisata Alam Teluk Wondama

Menyusuri wilayah Papua Barat, kita akan disuguhkan keindahan panorama alam. Baik keindahan hutan yang dipenuhi flora dan fauna maupun keindahan lautan dengan pulau-pulau dan pantainya yang berpasir putih. Keindahan dan keaslian alam Papua Barat sudah terkenal hingga ke manca negara. Hingga menarik wisatawan untuk datang berkunjung, meskipun belum dikelola secara maksimal.
Siapa yang tak kenal burung cenderawasih?? Burung Cenderawasih merupakan burung yang sudah menjadi ikon Papua bahkan diabadikan menjadi nama salah satu Teluk di Papua Barat, yakni Teluk Cenderawasih dimana terletak Kabupaten Teluk Wondama. Kabupaten Teluk Wondama secara geografis, terletak antara 0015” hingga 30,25” lintang Selatan dan 1320,35 hingga 1340,45” Bujur Timur dengan luas wilayah sekitar 14.953,8 Km2.
peta
Teluk Wondama sebagai salah satu kabupaten di Provinsi Papua Barat itu tentu saja menyimpan keindahan alam yang mempesona. Banyak objek wisata bahari yang menarik untuk dikunjungi. Diantaranya pantai Pasir Panjang di Pulau Rumberpon, Pulau Nusrowi, juga ada gugusan Kepulauan Auri, belum lagi air terjun yang berlapis-lapis di Kali Wanayo Kesemuanya menyajikan panorama alam yang indah dan mempesona.
DSC01062 DSC01191 IMG-20120317-00136
Kabupaten Teluk Wondama memiliki dua Kawasan Pelestarian Alam yang dilindungi negara, yaitu Taman Nasional Teluk Cenderawasih (TNTC) dan Cagar Alam Pegunungan Wondiboy. Kawasan TNTC merupakan Taman Nasional perairan laut terluas di Indonesia. Bentangannya mencapai 1.453.500 Ha. Terdiri dari wilayan daratan dan wilayah perairan laut.
Untuk wilayah perairan laut luasnya sekitar 1.385.300 Ha. Meliputi wilayah ekosistem terumbu karang 80.000 Ha dan habitat satwa laut 1.305.300 Ha, dengan panjang garis pantai sekitar 500 km. Sedangkan wilayah daratannya terdapat pantai yang indah, hutan mangrove dan hutan tropika daratan pulau di papua. Luas sekitar 68.200 Ha. Terdiri dari pesisir pantai 12.400 Ha dan luas pulau-pulau 55.800 Ha.
Konservasi
Sejak tahun 2005 lalu Kabupaten Teluk Wondama telah dijadikan sebagai kabupaten konservasi pertama di Tanah Papua. Di wilayah ini dilarang pengangkapan satwa laut, baik ikan maupun terumbu karang. Tujuannya untuk melindungi TNTC dari kerusakan.
Umumnya, ekosistem terumbu karang terbagi menjadi dua zona, yaitu zona rataan terumbu dan zona lereng terumbu. Jenis-jenis karang yang dapat dijumpai antara lain koloni karang biru serta berbagai jenis karang lunak.
TNTC ini juga kaya akan jenis ikan antara lain butterflyfish, angelfish, damselfish, parrotfish, rabbitfish, dan anemonefish. Sedangkan untuk jenis moluska antara lain keong cowries, keong strombidae, keong kerucut, triton terompet, dan kima raksasa.
DSC00233  DSCN2147
Fauna
Di teluk Cenderawasih terdapat sekitar 200 jenis karang yang terdiri dari 67 genus dan sub genus 183 jenis karang tersebar pada tepi pulau besar maupun kecil. Persentase penutupan karang berbeda pada setiap lokasi.
Kekayaan sumber daya alam lainnya yang terdapat di kawasan TNTC adalah keanekaragaman jenis ikan yang sangat banyak. Sampai saat ini telah ditemukan sebanyak 355 jenis, yang terdiri dari jenis ikan muara, ikan mangroveI, ikan karang, dan ikan palagis. Jenis-jenis ikan karang merupakan jenis yang paling banyak dijumpai seperti dari famili kepe-kepe/butterflyfish, family angelfish, damnselfish, anemonefish, wrasses, parrotfish, surgean fishes, rabbitfishes, tiger fishes, dan banyak jenis ikan karang lainnya. Gerombolan besar ikan panembah ekor kuning Caesio cuning merupakan pemandangan yang menakjubkan, yang biasa dijumpai pada daerah reef slope. Juga ada beberapa jenis ikan Pari Rajawali fosal, pari manta, hiu reef whitesip, hiu beach ship, kakap, kerapu, cakalang dan tongkol.
Kawasan konservasi TNTC juga merupakan salah satu taman nasional yang menyimpan beberapa jenis moluska penting, salah satunya Kima dari jenis Kima Raksasa, Kima Selatan, Kima Sisik, Kima Besar, Kima Lubang, dan Kima Pasir. Hampir semua lokasi di TNTC bisa ditemukan kima dengan ukuran sekitar 1 meter. Perlu diketahui bahwa keenam jenis Kima ini merupakan spesies yang dilindungi.
Di seluruh dunia terdapat tujuh jenis penyu enam diantaranya terdapat di perairan Indonesia, sedangkan dalam kawasan TNTC terdapat empat jenis penyu (dalam bahasa setempat disebut Teteruga), yakni Penyu Sisik, Penyu Hijau, Penyu Lekang, dan Penyu Belimbing.
Jenis mamalia yang terdapat di dalam kawasan TNTC adalah Duyung, Paus Biru, dan Lumba-lumba dapat dijumpai di sekitar perairan Windesi, Yoop, Roswaar, dan Rumberpoon. Beberapa jenis mamalia darat seperti kus-kus, babi hutan, rusa timor, kanguru tanah, dan kelelawar dapat ditemukan pada hutan daratan pulau maupun hutan di pulau induk papua yang merupakan wilayah penyangga kawasan TNTC.
Pulau-pulau dan pantai dalam kawasan TNTC merupakan tempat bersarang dan tempat mencari makanan yang paling penting bagi berbagai jenis burung antara lain Junai Ma, Dara Laut, Camar Laut, Burung Gosong, Elang Laut Dada Putih, Kum Kum, Julang Papua, Nuri Bayam, Kakatua Jambul Kuning, Raja Udang, Gagak Hitam, Nuri Kepala Hitam, Kum Kum Pinon, Angsa Laut Coklat, Burung Kaua dan berbagai jenis burung lainnya. Daratan lumpur di sekitar Sungai Wosimi dan Pasir Sobey merupakan tempat mencari makan bagi berbagai burung termasuk Burung Undan Australia pada waktu-waktu tertentu selama melakukan migrasi. Selain berbagai jenis burung terdapat juga salah satu jenis kupu-kupu yang tergolong dilindungi oleh PP Nomor : 07/1999 yaitu kupu-kupu Burung Rotsil (Ornithoptera Rochildi).
IMG_5693 IMG_5697 IMG_5698     IMG_5703 IMG_5704

Flora
Kawasan TNTC memiliki sekitar 46 jenis vegetasi daratan pulau, mulai dari vegetasi hutan pantai sampai dengan hutan pegunungan daratan pulau.
Vegetasi hutan pantai didominasi oleh tumbuhan bakau, nipah, sagu, pandan, cemara pantai, ketapang, jambu air pantai, nyamplung, waru, dan sejumlah spesies anggrek.
IMG_5701 IMG_5702 IMG_5700 IMG_5699 (sebagian dikutip dr G-Priority Edisi 01 tahun II 2013)

sumber : https://halmanlabiran.wordpress.com/2015/06/18/destinasi-wisata-alam-teluk-wondama/
 

Wonderful Indonesia Template by Ipietoon Cute Blog Design